Senin, 28 November 2016

Dunia di Mata Introvert



Ada sosok penyendiri di antara orang-orang yang sedang bergumul. Ada sosok pendiam di antara sekelompok orang yang sedang berinteraksi. Ada sosok yang terlihat serius di tengah keadaan yang tenang. Ada juga sosok yang terlihat acuh di tengah suasana yang tegang. Sosok ini berbeda,tak seperti kebanyakan orang. Namun ia bukanlah pemalu ataupun seorang yang berpenyakit ,  tetapi ia justru sedang memerhatikan. Ia senang menganalisa keadaan. Ia seorang Introvert.
Introvert adalah sebuah sifat dan karakter yang cenderung menyendiri. Mereka adalah pribadi yang tertutup dan mengesampingkan kehidupan sosial yang terlalu acak. Antonim dari sifat Introvert adalah Ekstrovert. Sifat Ekstrovert lebih membutuhkan sosial, cahaya, kebisingan, ruang lingkup yang luas dan sebagainya. Sedangkan Introvert lebih membutuhkan sebuah teh hangat dan berkumpul bersama beberapa teman dekat saja daripada pergi ke tempat yang penuh dengan orang asing. Introvert membenci basa-basi, oleh sebab itu mereka senang dengan perbincangan yang padat dan bersifat informatif.
Bahasa tulis memang menjadi sarana kaum introvert untuk bersosialisasi, bahkan ajang debat virtual sering dimenangkan dengan data yang tak bisa disangkal validitasnya. “jadi, kami tak pernah menjadi alien, namun dalam hal menyalurkan kebutuhan bersosialisasi, kami memenuhinya dengan langkah berbeda.”
Dari pernyataan di atas kita dapat mengambil kesimpulan kecil, bahwa Introvert adalah pribadi yang “dalam”. Istilah Introvert ini dipopulerkan oleh seorang tokoh Ilmu Psikologi yang bernama Carl Jung. Ia mengelompokan Introvert sebagai kaum minoritas. Walau kaum minor tetapi peranan mereka dalam kehidupan sosial sangat menonjol. Mungkin karena gestur dan sikap mereka yang sangat kontras berbeda dengan kelompok dominan yaitu Ekstrovert. Namun, seorang Introvert tak sepenuhnya senang menyendiri, hanya saja mereka lebih memilih untuk memiliki segelintir teman dekat namun padat seperti buku. Maksudnya adalah, teman yang memiliki cerminan pengetahuan dan pengalaman yang ada di hidup ini. Seorang Introvert pun tidak pernah menceritakan tentang hal yang bersifat pribadi kepada sembarang orang.
Jadi, apa kelebihan yang dimiliki oleh seorang Introvert?
Seorang Introvert lebih fokus kepada hal yang bersifat psikis daripada fisik. Mereka senang menjelajahi ruang pikirnya, mereka membaca buku, menonton tayangan yang dapat mengasah otak, karena mereka haus dengan segala hal yang berbau informasi. Majalah American Journal of Psychiatry menyatakan bahwa, ada lebih banyak darah yang mengalir di daerah Anterior pada otak bagian depan seorang Introvert.

Introvert adalah pemikir yang dalam. Mereka mampu melihat suatu hal dari segi manapun, berbeda dengan seorang Ekstrovert yang cenderung berpikir secara momentum saja. Selain itu mereka pandai dalam memilah sesuatu, baik itu hal kecil maupun besar, hal yang berguna maupun tidak.
Jika memang pemikiran Introvert sebaik itu, bagaimana dalam hal berbicara? Apakah mereka dapat  menyampaikan pesan secara detil seperti yang ada di pikirannya?
Apabila ada dua orang Ekstrovert dan Introvert yang dihadapkan dengan sebuah pertanyaan, maka Ekstrovert akan menjawab secara Hiperbola, sedangkan Introvert menjawab dengan Akurat. Apabila mereka melihat seekor ulat di atas makanannya, maka seorang Ekstrovert akan bereaksi melebih-lebihkan daripada seorang Introvert. Apabila dua orang Ekstrovert dan Introvert dihidangkan sebuah makan siang dalam waktu yang bersamaan, maka seorang Ekstrovert akan berkata, "Makanan ini enak sekali! Belum pernah saya merasakan yang seenak ini" lalu seorang Introvert akan menjawab, "Iya, enak."
Dari segi pemahaman dan informasi pendapat mereka berdua jelas berbeda. Itulah sebabnya mengapa kepribadian Ekstrovert dianggap sebagai perusak survey atau membuat sebuah survey menjadi tidak akurat. Karena Ekstrovert memberikan informasi secara berlebihan, sehingga pencatat survey lebih mempercayakan seorang Introvert dalam hal pendataan, ucap Donna McMillan seorang peneliti sekaligus ahli psikologi di St. Olaf College.
Bahkan di dalam dunia kerja, seorang Introvert dapat bersikap tenang menghadapi segala tekanan dan permasalahan. Selalu berpikir sebelum berbicara adalah suatu naluri lahiriah bagi mereka. Introvert akan berhati-hati saat menjelaskan pendapatnya, karena mereka tak suka dengan pertikaian yang tak ada hasil. Oleh sebab itu mereka cenderung menjadi pendengar yang baik. Namun, di balik itu semua, seorang Introvert yang sedang mendengar sangat pandai dalam menggabungkan fakta-fakta dan prinsip serta pemikiran orang lain, kemudian dijadikannya sebuah klausa sebab-akibat yang baik, lalu dikemas rapih dan terbentuklah sebuah tesis, sebuah jawaban yang dapat menjadi pemecah masalah bagi sebuah perdebatan yang terjadi. Bagi Introvert diam bukan berarti tak mengerti atau tak peduli, tetapi mereka menganalisa. Kedetilan mereka akan segala hal membuat Introvert menjadi pekerja yang baik.
Di dunia seni, ahli psikologi sekelas Mihaly Csikszentmihalyi dan Gregory Feist mengatakan bahwa, orang-orang Introvert adalah orang dengan kreatifitas berkelas nomor satu. Faktor ini terjadi karena mereka dapat menyelam penuh ke dalam pemikirannya. Membaur bersama intuisi dan ketenangan yang bersinergi dengan sunyi. Itulah syaratnya agar dapat menciptakan sebuah Adikarya. Biasanya seorang Introvert gemar menulis. Karena dalam menulis mereka dapat lebih terbuka dalam mempresentasikan pikiran ataupun membagikan pengalamannya kepada orang lain.
Ada sebuah fakta menarik dalam sebuah artikel di psychologytoday.com, yang menuliskan bahwa, orang yang Ekstrovert lebih mencari kebahagiaan dan kehidupan yang positif. Tetapi, bukan berarti Introvert mempunyai sifat yang berkebalikan, seorang Introvert tidak pernah mengategorikan dirinya sebagai sesuatu yang positif ataupun negatif, ia lebih cenderung menuju netral dalam kehidupannya. Seimbang, seperti Yin dan Yang. Mereka sosok yang bersahaja. Sebagai contoh, Mahatma Gandhi , dia adalah Introvert, Ghandi bersikeras memperjuangkan perdamaian demi  kebersamaan. Ia menetralkan semua bentuk perbedaan.
Selain Mahatma Ghandi, ada pula tokoh dunia yang lainnya, yaitu Albert Einstein, Bill Gates, Michael Jordan, Julia Roberts, Nicole Kidman, dan J.K Rowling. Mereka mampu membuktikan bahwa, dunia pun membutuhkan mereka. Jika kau senang dengan kartun dan tokoh pahlawannya, maka hampir dari semua pahlawan itu bersifat Introvert. Saat tak dibutuhkan mereka menjadi orang biasa, namun saat keadaan genting mereka berubah menjadi sosok yang luar biasa.
Dan ini adalah sepenggal kutipan dari Nicole Kidman, ia pernah berkata, “…… Sementara introvert adalah kelompok minoritas dalam masyarakat, mereka membentuk sebuah mayoritas bagi orang-orang yang berbakat.”

Disusun oleh:
Arni Yulia
XI IPA 5
 
Dikutip dari kompasiana.com dan berbagai sumber lainnya.

Kamis, 17 November 2016

Bahaya Merokok

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paruatau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Rokok dibuat oleh berbagai bahan kimia berbahaya, Berikut adalah beberapa bahan kimia yang terkandung dalam rokok:
·        Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.
·        Tar, yang terdiri dari lebih dari 4.000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
·        Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
·        Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
·        Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
·        Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
·        Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
·        Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
·        Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
·        Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
·        Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
·        Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil dan motor.
Meskipun demikian, hanya tar dan nikotin saja yang dicantumkan dalam bungkus rokok.

Melihat banyaknya bahan berbahaya dari rokok tentu saja akan menimbulkan berbagai penyakit, diantaranya adalah


Penyakit jantung
Rokok menimbulkan aterosklerosis atau terjadi pengerasan pada pembuluh darah. Kondisi ini merupakan penumpukan zat lemak di arteri, lemak dan plak memblok aliran darah dan membuat penyempitan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan penyakit jantung.

Jantung harus bekerja lebih keras dan tekanan ekstra dapat menyebabkan angina atau nyeri dada. Jika satu arteri atau lebih menjadi benar-benar terblokir, serangan jantung bisa terjadi.

Semakin banyak rokok yang dihisap dan semakin lama seseorang merokok, semakin besar kesempatannya mengembangkan penyakit jantung atau menderita serangan jantung atau stroke.

2. Penyakit paru
Risiko terkena pneumonia, emfisema dan bronkitis kronis meningkat karena merokok. Penyakit ini sering disebut sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Penyakit paru-paru ini dapat berlangsung dan bertambah buruk dari waktu ke waktu sampai orang tersebut akhirnya meninggal karena kondisi tersebut. Orang-orang berumur 40 tahun bisa mendapatkan emfisema atau bronkitis, tapi gejala biasanya akan*jauh lebih buruk di kemudian hari, menurut American Cancer Society.

3. Kanker paru dan kanker lainnya
Kanker paru2 sudah lama dikaitkan dg bahaya rokok, yang juga dapat menyebabkan terhadap kanker lain seperti dari mulut, kotak suara atau laring, tenggorokan dan kerongkongan. Merokok juga dikaitkan dengan kanker ginjal, kandung kemih, perut pankreas, leher rahim dan kanker darah (leukemia).

4. Diabetes
Merokok meningkatkan resiko terjadinya diabetes, menurut Cleveland Clinic. Rokok juga bisa naik menyebabkan komplikasi dari diabetes, seperti penyakit mata, penyakit jantung, stroke, penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal dan masalah kaki.

5. Impotensi
Rokok merupakan faktor resiko utama untuk penyakit pembuluh darah perifer, yang mempersempit pembuluh darah yang membawa darah ke seluruh bagian tubuh. Pembuluh darah ke p3nis kemungkinan juga akan terpengaruh karena merupakan pembuluh darah yg kecil & dapat mengakibatkan disfungsi ereksi/impoten.

6. Menimbulkan Kebutaan
Seorang yang merokok menimbulkan meningkatnya resiko degenerasi makula yaitu penyebab kebutaan yang dialami orang tua. Dalam setudi yg diterbitkan dalam 'Archives of Ophthalmology' pada tahun 2007 menemukan yaitu orang merokok empat kali lebih mungkin dibanding orang yang bukan perokok untuk mengembangkan degenerasi makula, yg merusak makula, pusat retina, dan menghancurkan penglihatan sentral tajam.

7. Penyakit mulut
Penyakit mulut yang disebabkan oleh rokok antara lain kanker mulut, kanker leher, penyakit gigi, penyakit pada gigi dan nafas.

8. Gangguan Janin


Merokok berakibat buruk terhadap kesehatan reproduksi dan janin dalam kandungan dankehamilan, termasuk infertilitas (kemandulan), keguguran, kematian janin, bayi lahir berberat badan rendah, dan sindrom kematian mendadak bayi.

9. Gangguan Pernafasan
Merokok meningkatkan risiko kematian karena penyakit paru kronis hingga sepuluh kali lipat. Sekitar 90% kematian karena penyakit paru kronis disebabkan oleh merokok.

Sebagai generasi muda bangsa yang dituntut lebih aktif dan berperan dalam negara, baiknya kita bisa memahami dan ikut mengkampanyekan 'no smoking' bukan hanya dihari kampanye 31 Mei, akan tetapi setiap hari dan setiap saat.

Mirisnya, saat ini Rokok sudah dikonsumsi oleh anak-anak dibawah umur dan sudah menjadi sebuah 'keharusan' dalam artian mereka sudah candu terhadap rokok tersebut. Mereka seakan terbebaskan oleh sebatang rokok yang mereka isap.

Jika saja anda adalah salah satu orang yang merokok aktif, cobalah untuk berhenti merokok dengan melakukan cara sebagai berikut. Hal penting yang harus dilakukan dalam berhenti merokok adalah NIAT yang sungguh-sungguh.
Cara yang dapat kita lakukan untuk menghentikan kebiasaan merokok


1. Niat yang sungguh-sungguh untuk berhenti merokok.
2. Belajar membenci rokok
3. Bergaullah dengan orang yang tidak merokok
4. Sering-sering pergi ke tempat yang ruangannya ber-AC
5. Pindahkan semua barang-barang yang berhubungan dengan rokok.
6. Jika ingin merokok, tundalah 10 menit lagi.
7. Beritau teman dan orang terdekat kalau kita ingin berhenti merokok.
8. Kurangi jumplah merokok sedikit demi sedikit.
9. Hilangkan kebiasaan Bengong atau menunggu.
10. Sering-seringlah pergi ke rumah sakit, agar tau pentingnya kesehatan.
11. Cari pengganti rokok, misalnya permen atau gula.
12. Coba dan coba lagi jika masih gagal.

Disusun oleh;
M Fauzi Alfandri

XI MIPA 5


Kehidupan Muslim Di Negara Minoritas


Kita hidup dinegara yang mayoritasnya muslim, adzan di 5 waktu itu menjadi hal yang setiap hari dilakukan tidak ada masalah antara kehidupan muslim atau non muslim, kita hidup berdampingan di sini. Lalu bagaimana kehidupan umat muslim yang berada di negara minoritas? Kaum muslim yang berada di negara minoritas tampaknya ada yang menderita namun ada juga yang hidup berdampingan seperti di negara kita Indonesia.

Umat muslim di negara di kawasan Asia, Nasib buruk dialami kaum Muslim Rohingya di Myanmar, Muslim Pattani di Thailand, Muslim Moro di Filipina, Muslim Cham di Kamboja, dan Muslim Uighur di Xinjiang Cina.

Muslim Rohingya

Nasib tragis dialami minoritas Rohingya yang tinggal di utara Arakan, tepatnya di negara bagian Rakhine, Myanmar. Sebuah catatan menunjukkan, lebih dari 6.000 kaum Muslim meninggal dunia akibat kekejaman mayoritas Budha yang didukung junta militer Myanmar.
Akibat kekejaman itu ribuan Muslim Rohingya terpaksa mengungsi ke negara yang terdekat, yakni Bangladesh dan Malaysia, bahkan sampai di Aceh. Mereka yang tidak bisa meninggalkan negara itu harus menerima perlakuan kejam tentara.
Secara statistik, Muslim Rohingya di Myanmar tercatat sekitar 4,0 persen atau sekitar 1,7 juta jiwa dari total jumlah penduduk negara tersebut yang mencapai 42,7 juta jiwa. Menurut catatan pada dokumen Images Asia: Report On The Situation For Muslims In Myanmarpada Mei tahun 1997, jumlah ini menurun drastis. Sebelumnya jumlah kaum Muslim di sana sekitar 7 juta jiwa. Mereka kebanyakan datang dari India pada masa kolonial Inggris di Myanmar. Sepeninggal Inggris, gerakan antikolonialisasi di Myanmar berusaha menyingkirkan orang-orang dari etnis India itu, termasuk mereka yang memeluk agama Islam.
Tindakan diskriminatif itu terus berlangsung secara sistematis. Pada tahun 1978 dan 1991, pihak militer Myanmar meluncurkan operasi khusus untuk melenyapkan pimpinan umat Islam di Arakan sehingga memicu eksodus besar-besaran kaum Rohingya ke Bangladesh.
Junta militer Myanmar yang dikenal sebagai State Law and Order Restoration Council (SLORC) selalu berusaha untuk memicu adanya konflik rasial dan agama. Tujuannya untuk memecah-belah populasi sehingga rezim tersebut tetap bisa menguasai ranah politik dan ekonomi. Pada 1988, SLORC memprovokasi terjadinya pergolakan anti-Muslim di Taunggyi dan Prome. Lalu pada Mei 1996, karya tulis bernada anti-Muslim yang diyakini ditulis oleh SLORC tersebar di empat kota di negara bagian Shan. Ini mengakibatkan terjadinya kekerasan terhadap kaum Muslim.
Pada September 1996, SLORC menghancurkan masjid berusia 600 tahun di negara bagian Arakan dan menggunakan reruntuhannnya untuk mengaspal jalan yang menghubungkan markas militer baru daerah tersebut. Sepanjang Februari hingga Maret 1997, SLORC juga memprovokasi terjadinya gerakan anti-Muslim di negara bagian Karen.
Sejumlah masjid dihancurkan, al-Quran dirobek dan dibakar. Umat Islam di negara bagian itu terpaksa harus mengungsi. Berdasarkan catatan Myanmar Digest, pada 2005, muncul perintah bahwa anak-anak Muslim yang lahir di Sittwe, negara bagian Rakhine (Arakan), tidak boleh mendapatkan akta kelahiran.
Hasilnya, hingga saat ini banyak anak-anak yang tidak mempunyai akta lahir. Selain itu, National Registration Cards (NRC) atau kartu penduduk di negara Myanmar sudah tidak diberikan lagi kepada mereka yang memeluk agama Islam. Mereka yang sangat membutuhkan NRC harus rela mencantumkan agama Budha pada kolom agama mereka.
Sejak 1982, Undang-undang Kewarganegaraan Myanmar tak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Pemerintah menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh atau keturunannya. Ini pula yang memicu Muslim Rohingya meninggalkan negara itu.
Kalaupun tak eksodus, mereka seperti terpenjara di tanah kelahiran mereka. Mereka tidak bisa bebas bepergian ke mana pun, sekalipun ke kota tetangga di negara tersebut. Junta militer selalu meminta surat resmi.
Walhasil, akibat kekejian junta militer, kini lebih dari 200 ribu orang tinggal di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh. Mereka hidup seadanya, sekadar menghindari kekejian di negaranya. Ini masih lumayan, soalnya nasib lebih buruk dialami ratusan orang lain yang terdampar di Thailand. Negeri Gajah Putih, tetangga paling dekat dengan Myanmar itu, menolak untuk menampung mereka.
Muslim Xinjiang, Cina

Nasib tragis terus dialami oleh Muslim Xinjiang, Cina. Ada sekitar 8,5 juta jiwa Muslim di wilayah ini dengan bangunan masjid sebanyak 23 ribu buah. Penduduk Cina sendiri mencapai 1,3 miliar jiwa. Mereka terus-menerus didera penderitaan luar biasa dan dicap sebagai teroris.
Xinjiang adalah sebuah daerah otonomi—bukan provinsi—di Cina. Nama lengkapnya adalah Daerah Otonomi Uighur Xinjiang. Wilayah ini berbatasan dengan Daerah Otonomi Tibet di sebelah selatan dan Provinsi Qinghai serta Gansu di tenggara. Xinjiang juga berbatasan dengan Mongolia di sebelah timur, Rusia di utara, serta Kazakstan, Kirgistan, Tajikistan, Afganistan dan Kashmir di barat.
Penduduk asli Xinjiang berasal dari ras-ras Turki yang beragama Islam, terutama suku Uighur (45,21 persen) dan suku Kazakh (6,74 persen). Selain itu, di Xinjiang juga terdapat suku Han yang merupakan suku mayoritas di Cina.
Secara statistik, sebenarnya kaum Muslim Uighur mayoritas di Xinjiang, tetapi hari demi hari mereka kian terpinggirkan. Istilah ‘daerah otonomi’ yang ditetapkan Pemerintah Cina cuma sekadar nama. Agama dan budaya mereka ditekan habis-habisan oleh Pemerintah Cina. Dalam bidang ekonomi, orang-orang dari suku Han-lah yang berkuasa, termasuk menguasai ladang-ladang minyak dan jalur-jalur perdagangan.
Selain kaya akan mineral, minyak bumi, dan gas—cadangan terbesar di Cina, Xinjiang sangat penting secara geopolitik. Maka dari itu, demi mengontrol Xinjiang, berbagai langkah dilakukan Pemerintah Cina, termasuk membelenggu hak warga Muslim untuk menjalankan ritual dan ajaran agamanya. Sekadar contoh, keberadaan sekolah Islam, masjid dan imam dikontrol secara ketat.
Dalam kurun waktu 1995 hingga 1999, pemerintah telah meruntuhkan 70 tempat ibadah serta mencabut surat izin 44 imam. Pemerintah juga menerapkan larangan ibadah perorangan di tempat-tempat milik negara. Larangan ini mencakup larangan shalat dan berpuasa pada bulan Ramadhan di kantor atau sekolah milik negara.
Tekanan yang luar biasa baik dari negara dan suku Han inilah yang memicu mereka untuk memilih memisahkan diri dari Cina. Rencana itu kian membuat pemerintah Cina mencengkeram Xinjiang dan menindas kaum Muslim di sana. Korban-korban berjatuhan dalam beberapa bulan terakhir.
Muslim Pattani, Thailand
Kaum Muslim di Thailand bagian selatan merasa tak kuat lagi berada di bawah kekuasaan Raja Thailand. Kekejaman dan penderitaan yang mereka alami selama di bawah pemerintahan Budha menjadikan mereka berniat memisahkan diri. Berbagai upaya dilakukan, tetapi kandas karena pemerintah Thailand menghadapinya dengan moncong senapan yang jauh lebih kuat dan
Muslim di Thailand berada di tiga provinsi yakni Yala, Pattani, dan Narathiwat. Jumlah mereka tidak banyak, hanya sekitar 1,8 juta jiwa. Ini jumlah yang kecil dibandingkan penduduk Thailand yang berjumlah lebih dari 64 juta jiwa.
Penderitaan yang mereka alami bukan suatu yang baru. Sejak awal kaum Muslim Pattani ini harus menerima ‘Siamisasi’ di segala bidang. Ini yang sulit diterima oleh mereka karena budaya yang sangat berbeda. Siamisasi berarti ‘Budhaisasi’.
Memang, Muslim Pattani sangat berbeda dengan penduduk Thailand pada umumnya. Pada mulanya Pattani adalah sebuah kerajaan Islam. Mengutip buku Thailand 2007 yang diterbitkan pemerintah setempat, Provinsi Pattani bersama dengan Provinsi Songkhla, Yala dan Narathiwat, keempatnya dijuluki sebagai Pattani Darussalam yang berarti gabungan dari empat provinsi mayoritas Muslim di selatan Thailand.
Thailand sendiri menguasai negeri Muslim itu pada 1875. Ketika Inggris menguasai Semenanjung Malaka, terjadilah pembagian kekuasaan. Wilayah Pattani tetap dikuasai Thailand, sedangkan Perlis dan daerah yang menjadi negara Malaysia sekarang dikuasai Inggris.
Kerajaan Thailand dalam perkembangannya melakukan tindakan diskriminasi terhadap mereka. Di antaranya berupa ketidakadilan dalam segala bidang. Secara ekonomi, perkembangan Pattani jauh tertinggal dibandingkan dengan wilayah yang mayoritas Budha.
Bahkan secara eksplisit, masyarakat Pattani dibelenggu kebebasannya, khususnya dengan pemberlakuan undang-undang yang silih berganti mulai dari darurat militer, darurat sipil hingga UU terorisme.
Hingga saat ini masyarakat Muslim Pattani hidup dalam ketakutan, mirip suasana Aceh pada masa Daerah Operasi Militer/DOM. Kehidupan mereka diawasi secara ketat oleh militer Thailand. Kekejaman tentara Thailand itu tercatat dalam peristiwa pembunuhan massal di Masjid Kerisek di Pattani dan Tak Bai di wilayah Menara (2004) dan di Masjid Al-Furqan di wilayah Menara (2009). Hampir 100 orang mati di tangan tentara saat itu. Itu belum termasuk pemerkosaan yang dialami para gadis Muslimah dan perusakan generasi muda Muslim dengan narkoba.
Kondisi inilah yang membuat gerakan-gerakan Pembebasan Pattani Darusalam bangkit untuk melakukan perlawanan hingga detik ini.
Muslim Moro, Filipina

Seperti di negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim lainnya, diskriminasi terhadap minoritas Muslim sangat kental oleh negaranya, tak terkecuali kaum Muslim Moro di Filipina. Di negara yang dulunya pernah berpenduduk mayoritas Muslim itu, jumlah kaum Muslim tinggal 5-7 juta jiwa atau 8,5 persen dari penduduk Filipina sebanyak 66 juta jiwa.
Dibandingkan dengan saudara-saudara mereka yang non-Muslim, kaum Muslim yang banyak berdiam di Pulau Mindanao ini kondisinya jauh tertinggal. Ini karena pemerintah Filipina menganggap mereka sebagai pemberontak. Padahal wilayah itu adalah daerah yang paling subur dan kaya dengan sumber alam di Filipina. Namun fakta menunjukkan, daerah ini menjadi wilayah paling miskin di negara itu dan tidak ada pembangunan, setelah konflik yang dimulai sejak empat dekade lalu. Pemerintah Filipina melarang kaum Muslim memerintah di wilayahnya sendiri dan mengontrol kekayaan mereka.
Tak aneh jika mereka merasa masih dijajah. Karena itu, tak lama setelah kemerdekaan, kaum Muslim di sana melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Pemberontakan itu memuncak pada tahun 1970-an. Perlawanan mereka sebenarnya tak lepas dari sejarah panjang. Sejak zaman penjajahan Spanyol, kaum Muslim berusaha mengusir penjajah yang kafir tersebut. Ini terutama dilakukan oleh para sultan yang ada di selatan Filipina. Sultan-sultan itu tidak bisa ditundukkan oleh Spanyol. Namun, usaha itu menemui kegagalan. Justru Filipina sebelum dijajah Spanyol masih mayoritas Muslim, berubah menjadi Katolik, kecuali di bagian selatan.
Tindakan kekejaman dimulai dengan berkuasanya Spanyol. Itu terus terjadi ketika Amerika menjajah Filipina. Lagi-lagi Muslim jadi sasaran. Dengan tipudaya, Amerika mencerai-beraikan kaum Muslim Moro dan menindasnya. Begitu pula ketika Filipina merdeka 1946, pemerintah yang terbentuk pun melanjutkan kebijakan yang sama, yakni menindas kaum Muslim.
Muslim Kamboja

Di Kamboja, nasib kaum Muslim sempat mengalami penderitaan yang luar biasa di bawah rezim Khmer Merah. Kaum Muslim yang jumlahnya sekitar enam persen dari penduduk Kamboja yang mayoritas Budha harus hidup dalam tirai besi rezim komunis. Rezim militer itu tercatat melakukan penganiayaan; pembunuhan, penyiksaan, pengusiran; termasuk juga penghancuran masjid-masjid dan sekolahan. Kaum Muslim dilarang mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan.
Selama Khmer Merah berkuasa, lebih dari 500 ribu Muslim dibunuh. Juga ada pembakaran beberapa masjid, madrasah dan mushaf serta pelarangan menggunakan bahasa Campa—bahasa  kaum Muslim di Kamboja.
Meski Khmer Merah telah jatuh, kondisi kaum Muslim di Kamboja belum banyak berubah. Mereka tergolong miskin dan mendiami sepanjang Sungai Mekong. Hanya saja hantu penindasan mulai hilang.
Dunia Bisu

Kendati banyak fakta pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di berbagai negara yang mayoritas non Muslim itu, dunia tak banyak berbuat. Mereka hanya mengeluarkan kecaman dan kutukan. Diskusi dan pertemuan hanya menghasilkan keputusan yang tidak bisa menghentikan tindak kekejian secara langsung.
Dalam kasus Rohingya, misalnya.  Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan menyatakan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang terjadi terhadap umat Muslim Rohingya di Myanmar. Hal yang sama dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Sekadar basa-basi. Nyatanya banyak penderitaan yang dialami kaum Muslim dari mulai Pattani, Moro, sampai Rohingya, Indonesia tak terlihat perannya untuk menyelamatkan saudara-saudara mereka.
Setali tiga uang sikap Organisasi Konferensi Islam (OKI). Seperti yang sudah-sudah, OKI selalu mengutuk kekejaman terhadap kaum Muslim tanpa bisa berbuat banyak. Berbagai pertemuan OKI digelar dengan hasil nol besar. Mereka sekadar menggelar ritual pertemuan untuk menunjukkan eksistensi organisasi.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sibuk berencana untuk mengeluarkan resolusi dalam berbagai sidangnya. Tak pernah ada cerita PBB mengirimkan pasukan untuk mencegah kekejaman yang dialami kaum Muslim, kecuali ada kepentingan politik di belakangnya. Sebaliknya, PBB justru ada di balik pembantaian kaum Muslim seperti yang  terjadi di Bosnia Herzegovina.
Sikap PBB ini untuk kesekian kalinya membuktikan adanya standar ganda Barat terhadap Dunia Islam. Mereka seolah ‘merestui’ pemusnahan kaum Muslim dari muka bumi. Sebaliknya, begitu ada pelanggaran terhadap kaum non-Muslim—khususnya Kristen/Katolik—organisasi itu sangat sigap.
Maka dari itu, tak pernah ada cerita soal pasukan perdamaian yang melindungi warga Moro, warga Pattani, warga Xinjiang, warga Palestina dan warga Muslim lainnya di seluruh dunia. Inilah fakta kaum Muslim, tertindas di negerinya dan juga ditindas secara tidak langsung oleh konspirasi global dunia. 
Tapi muslim di Negara minoritas ada yang yang yang hidupnya damai atau berdampingan seperti di Negara kita, bahkan sampai ada yang menjadi pemimpin Siapa saja mereka berikut ada 5 pemimpin muslim di Negara minoritas :

Ahmed Abutaleb Jadi Walikota Muslim Pertama di Rotterdam Belanda


Sosok muslim pertama yang terpilih menjadi pemimpin di negara minoritas adalah Ahmed Abutaleb. Ia merupakan seorang imigram dari negara islam dan sudah menetap di negara kincir angin sejak 1976. Sebagai imigran tentu tak banyak yang bisa ia lakukan, untuk menyambung hidup di negara minoritas ia bekerja sebagai seorang wartawan, lau kemudia pindah profesi menjadi pegawai negeri sipil di Kota Rotterdam. Lantas pada tahun 2007 silam ia resmi menjadi anggota dari Partai Buruh di Belanda.

Sebagai seorang muslim yang taat, setahun kemudian setelah ia bergabung dengan Partai Buruh, Ahmed Abutaleb terpilih menjadi walikota di kota Rotterdam. Di pilih karena Belanda ingin punya sosok muslim yang bisa mengutamakan dan juga untuk meningkatkan tingkat ekonomi dan integrasi imigran. Ahmed Abutaleb juga merupakan sosok muslim pertama yang berhasil menjadi pemimpin di sebuah kota di Negeri Kincir Angin yang notabenya sangat tidak terbuka pada sosok minoritas.

Hadia Tajik Muslim Wanita Yang dipilih Menjadi Menteri Kebudayaan di Norwegia




Selanjutnya ada kisah dari sosok muslim wanita bernama Hadia Tajik. Di usia yang sudan 29 tahun ia dipilih oleh perdana menteri Norwegia Jens Stoltenberg untuk mengisi kursi kementerian kebudayaan di Norwegia. Sebuah kebanggan dan juga sebuah prestasi, karena Hadia Tajik merupakan sosok muslim wanita pertama dan yang termudah yang pernah masuk jajaran kabinet di Negara Norwegia yang notabenya adalah moniritas muslim.

Adapun keputusan Perdana Menteri Norwegia mengangkak sosok muslim naik ke jajaran pemerintahan tak lain karena ingin membuat Norwegia menjadi negara yang damai, serta bisa saling menghormati antar umat beragama di negara tersebut.

Keith Ellison Mualaf pertama Yang Jadi Anggota Kongres di AS





Menjadi seorang muslim di Amerika tentu sangatlah susah, apalagi untuk sekarang ini adanya fenomena islamphobia tentu membuat kehidupan muslim di Amerita semakin tak mengenakan saja. Meski begitu hidayah bisa datang ke siapa saja dan dimana saja, islam nyatanya telah memberikan secercah cahaya kepada sosok Keith Ellison yang dalam perjalanan politiknya masuk dalam sejarah demokrasi di Amerika Serikat. Keith Ellison merupakan sosok muslim pertama yang terpilih jadi anggota kongres AS mewakili negara bagian Minnoseta.

Keith Ellison sendiri bukanlah seorang muslim sejak lahir, ia menjadi seorang mualaf pada usia 19 tahun. Elisson pertama kalim muncul sebagai kandidat untuk jabatan publik di tahun 1998. Saat itu ia mencalonkan diri menjadi anggota dewan legislatif di negara bagian Minnesota yang merupakan tempat dimana ia tinggal.

Namun saat itu pula ia gagal terpilih, kemudia tanpa rasa trauma ia kembali maju menjadi anggota dewan legislatif Minnesota pada Pileg 2002 silam. Hasilnya pun bisa ditebak, ia berhasil terpilih menjadi legislator untuk distrik 58D minnesota. Dan keberhasilannya terus berlanjut dimana pada dua tahun berikutnya ia terpilih menjadi anggota legislatif di negara bagian Minnesota.

Rumana Ahmad Wanita Muslim Pertama Yang Jadi Penasihat Obama


Sangat sulit sekali bagi muslim untuk bisa ikut berpartisipasi dalam dunia politik sebuah negara minoritas apalagi negara sekelas Amerika. Tentu kesempatan itu tidak akan mudah di dapatkan, namun untuk sosok muslim yang satu ini adalah sebuah pengecualian. Adalah Rumana Ahmad wanita muslim berhijab ini berhasil menjadi wanita muslim pertama yang bisa menjadi salah satu penasihat Orang pertama di Amerika di bidang keamanan nasional.

Rumana Ahmad berhasil mendapatkan posisi wakit dari Ben Rhodes sebagai penasihat keamanan Nasional AS. Ia sendiri merupakan satu dari enam muslim perempuan yang berkeja di Gedung putih, namun jika melihat posisinya ia menjadi yang teratas dari kelima lainnya.

Rumana Ahmad merupakan warga amerika yang terlahir dari orang tua Bangladesh dan Amerika. Ia mengaku bekerja untuk pemerintahan sebenarnya bukan keinginan dirinya, namun semenjak Obama melakukan kampanye sebelum menjadi presiden keinginan bekerja di gedung pemerintahan pun mulai keluar dari hatinya, dan pada akhirnya ia pun berhasil menjadi salah satu penasihat penting bagi sosok presiden yang memiliki pengaruh sangat besar bagi dunia.

Sadiq Khan Muslim Pertama Yang Jadi Walikota London




London merupakan kota terbesar dengan sejarah paling panjang di dunia. Kota ini merupakan tempat dimana semua orang tertuju kepadanya. Sebagai ibu kota dari negara tertua di dunia, tentu London menjadi sangat diawasi keamanannya. Namun baru baru ini ada sosok muslim yang berhasil menjadi orang terpilih untuk mengemban posisi walikota di London.

Di kala islamphobia sedang menjadi jadi sosok Sadiq Khan malah berhasil terpilih jadi walikota london, ia berhasil meraup 57 persen dukungan dan mengalahkan saingan terdekatnya bernam Zac Goldsmith yang notabenya adalah warga Inggris asli yang sangat benci akan islam.

Sadiq Khan adalah seorang politus muslim keturunan dari imigran Pakistan. Dalam pidato kemenangannya ia berujar sangat berterima kasih kapada semua warga London yang telah memperinya kepercayaan untuk memimpin dan menjadi orang yang bisa membawa London ke arah yang lebih baik. Ia pun bersyukur sebesar-besarnya karena ia tak menyangka sosok yang tumbuh besar dari imigran kelas bawah ini bisa menjadi walikota di kota sekelas London. 


Itulah yang terjadi ketika umat muslim berada di Negara minoritas, alangkah sebaiknya kita sebagai orang yang hidup di berbagai Negara, daerah, kota, desa, kita pasti mempunyai kepercayaan atau agama kita masing masing, kita harus saling menghargai apa yang menjadi kepercayaan dari orang lain dan orang lain juga akan menghargai apa kepercayaan kita. Sekian yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon di maaf kan, sekian terima kasih.

Di susun oleh:
Ahmad Wahib Ramadhan
XI IPA 5

Sumber:
http://mosleminfo.com/dunia-islam/derita-minoritas-muslim-di-sejumlah-negara/
http://www.anakregular.com/2016/05/muslim-pertama-jadi-pejabat-di-negara-minoritas.html